Selasa, 24 November 2009

sebuah renungan malam



Sahabat alam
sahabat semoga kita bisa berbaring bersama sambil menatap langit dan bercerita tentang kabut di kaki gunung...dan malam terbitkan bulan yang tersenyum saat kita bercerita tentang alam ....tawamu akan abadi dalam keluhku di iringi nada-nada dari sang malam ..sahabat lestarilah alam lestarilah jiwa...semoga kisah kita tetap lestari

Hujan....
hujan...berderai di atas tanah...pecahnya membisik kata...di atas air yang tenang ku lihat bayang-bayang yang memudar...seraut wajah yang merapuh di telan waktu... hujan ...terbitkan nirwana yang indah dalam puisi..tapi ku tau tak seindah saat kita bersama...

Keinginan atau harapan
tidurlah dalam senyum , pasti ku rasa dalam mimpi kau hadir dengan senyum ...bangunlah dalam tawa..pasti ku rasa tawamu hangat seperti fajar...menangislah untukku baru ku rasa hujan di hatiku... tapi ku harap tertawalah untukku,biar ku rasa hangatnya di batinku...

Hayalanku....
jika aku tidak buta, mungkin kau seperti mentari... hangat dan bangkitkan aku dari mimpi ...jika aku punya tangan ...munkin kau selembut embun , yang mebelai tubuh lesu...dan jika aku tidak lumpuh ...mungkin aku bisa berlari mengejarmu...lalu melemas di antara mega senja... tapi aku bahagia ...karena semua itu yang memberi ku hayal untukmu....
Bankitkan jiwamu
aku diam, bicara,... aku tertawa, menangis.... tiadalah berarti kalau semua bintang yang bersinar meredupkan cahaya-nya,... karena melihatku pasrah dengan kenyataan yang ada saat ini...maka bangkitlah jiwa-jiwa yang kerdil...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar