Minggu, 22 November 2009

Di Ujung Batas Kejenuhan

Kurenungi perjalanan yang kian usang di persimpangan ketika mata terantuk di sudut keterasingan... kusandarkan lelahku pada dinding-dinding yang tak bertepi terbungkus dingin kafan angin pegunungan... Telah lama aku mencari... mencari arti diri hingga jauh ke dalam lipatan hari-hari... namun semua bagitu sama dan tak asing bagiku Perjalananku seperti perputaran jarum-jarum jam yang akan kembali pada tempat yang sama... meski terkadang terhenti sejenak menghempaskan jenuh Di mana lagi kutemukan alur-alur indah selain pegunungan atau heningnya belantara haruskah setinggi itu kucari kedamaian... haruskah sepekat itu kucari ketenangan...? Aku bukan petualang... aku hanya bocah kolong langit sang pencari arti-arti yang masih tersembunyi sang penyanyi lagu-lagu keheningan... Apalagi yang harus kutuang pada lembaran-lembaran usang ini? kata-kata telah terukir berulangkali tak lupa kutaburi tanda baca... namun semua tetap sama... sama seperti hari-hari kemarin Sudahlah... mungkin inilah hidup... bukankah perjalanan masih lagi panjang... bukankah hari-hari akan terus berganti...? Lalu mengapa harus kufitnah bulan telah mencuri gerhana... lalu mengapa harus kuhujat mentari menggantikan purnama... sedangkan hari-hari memang akan terus begini...? dan takkan kutunggu meski terjatuh di ujung batas kejenuhan...
author : eco " cadas "

Tidak ada komentar:

Posting Komentar